Tugas utama mahasiswa adalah belajar baik dilakukan dalam kampus pada kegiatan belajar mengajar maupun diluar kampus (pendidikan sosial, mengerjakan tugas, dll). Selain itu mahasiswa idelanya menghasilkan karya bersifat ilmiah dari hasil pembelajaran melalui kegiatan riset. Namun beberapa mahasiswa terkadang memutuskan untuk mengambil kuliah sambil bekerja sehingga bukan hanya tugas belajar saja yang harus dipikul melainkan juga tugas pekerjaan. Mahalnnya pendidikan, tuntutan persyaratan pendidikan minimum oleh perusahaan, keinginan untuk menaikan jabatan/golongan atau hanya sekedar ingin update pengetahuan merupakan beberapa alasan yang diambil dari sebagian mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.
Keuntungan kuliah sambil bekerja tentunya tergantung dari tujuan masing-masing. Bagi yang mempunyai masalah finansial, bekerja akan memberikan tambahan untuk biaya kuliah. Bekerja juga dapat memberikan pemahaman nyata dari teori-teori dasar yang diajarkan ketika belajar di kampus karena dalam dunia kerja akan dihadapkan pada permasalahan dan dituntut untuk menyelesaikannya dengan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki. Bekerja sambil kuliah juga dapat dijadikan "mencuri start" untuk menambah pengalaman sehingga ketika lulus kuliah, tidak hanya mendapatkan ijasah saja tapi juga mendapatkan pengalaman kerja serta relasi yang biasanya dijadikan persyaratan untuk melamar di perusahaan-perusahaan bonafit.
Namun demikian kuliah sambil bekerja juga beresiko gagal dalam melanjutkan kuliah. Tak jarang mahasiswa akhirnya putus kuliah atau malah resign karena sulitnya memanage antara kuliah dan kerja. Memang sangat diperlukan pertimbangan-pertimbangan yang matang ketika mahasiswa mengambil kuliah sambil bekerja.
• Wiraswasta vs pegawai. Berwiraswata biasanya memberikan kelonggaran peraturan, karena mahasiswa yang memilih berwiraswasta bisa mengatur sendiri kapan waktu kuliah dan kapan waktu bekerja. Sedangkan mahasiswa yang memilih menjadi pegawai harus bisa mengatur kepentingan agar tidak terjadi konflik antara peraturan kampus dan kantor misalnya mahasiswa bisa mengambil kuliah jam sore atau sabtu minggu agar tidak mengganggu jadwal bekerja.
• Sesuai bidang vs non bidang keilmuan. Memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan akan memudahkan mahasiswa dalam belajar sebab ada keterkaitan antara ilmu yang dipelajari dengan sesuatu yang harus diaplikasikan dalam pekerjaannya, bahkan bisa lebih mengasah pengetahuan. Sebaliknya mahasiswa yang memilih pekerjaan diluar bidangnya harus menguasai keilmuan yang berbeda, terkadang sulit untuk dijalankan karena membutuhkan waktu dan konsentrasi agar keduanya biasa dikuasai namun jika berhasil akan mendapati keahlian keduanya, menarik bukan?
• Part time vs full time. Part time atau kerja paruh waktu dilakukan ketika ada pekerjaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak ada kepastian waktu kerja, part time bisa memberikan banyak waktu untuk studi di kampus ketika tidak ada pekerjaan namun bisa juga mengganggu proses belajar manakala sedang banyak permintaan pekerjaan. Untuk itu perlu mengatur waktu sebaik-baiknya.
Nah apapun keputusannya, tetap tugas utama mahasiswa adalah belajar. Tunjukan merahmu dengan prestasi. :)
Keuntungan kuliah sambil bekerja tentunya tergantung dari tujuan masing-masing. Bagi yang mempunyai masalah finansial, bekerja akan memberikan tambahan untuk biaya kuliah. Bekerja juga dapat memberikan pemahaman nyata dari teori-teori dasar yang diajarkan ketika belajar di kampus karena dalam dunia kerja akan dihadapkan pada permasalahan dan dituntut untuk menyelesaikannya dengan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki. Bekerja sambil kuliah juga dapat dijadikan "mencuri start" untuk menambah pengalaman sehingga ketika lulus kuliah, tidak hanya mendapatkan ijasah saja tapi juga mendapatkan pengalaman kerja serta relasi yang biasanya dijadikan persyaratan untuk melamar di perusahaan-perusahaan bonafit.
Namun demikian kuliah sambil bekerja juga beresiko gagal dalam melanjutkan kuliah. Tak jarang mahasiswa akhirnya putus kuliah atau malah resign karena sulitnya memanage antara kuliah dan kerja. Memang sangat diperlukan pertimbangan-pertimbangan yang matang ketika mahasiswa mengambil kuliah sambil bekerja.
• Wiraswasta vs pegawai. Berwiraswata biasanya memberikan kelonggaran peraturan, karena mahasiswa yang memilih berwiraswasta bisa mengatur sendiri kapan waktu kuliah dan kapan waktu bekerja. Sedangkan mahasiswa yang memilih menjadi pegawai harus bisa mengatur kepentingan agar tidak terjadi konflik antara peraturan kampus dan kantor misalnya mahasiswa bisa mengambil kuliah jam sore atau sabtu minggu agar tidak mengganggu jadwal bekerja.
• Sesuai bidang vs non bidang keilmuan. Memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan akan memudahkan mahasiswa dalam belajar sebab ada keterkaitan antara ilmu yang dipelajari dengan sesuatu yang harus diaplikasikan dalam pekerjaannya, bahkan bisa lebih mengasah pengetahuan. Sebaliknya mahasiswa yang memilih pekerjaan diluar bidangnya harus menguasai keilmuan yang berbeda, terkadang sulit untuk dijalankan karena membutuhkan waktu dan konsentrasi agar keduanya biasa dikuasai namun jika berhasil akan mendapati keahlian keduanya, menarik bukan?
• Part time vs full time. Part time atau kerja paruh waktu dilakukan ketika ada pekerjaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak ada kepastian waktu kerja, part time bisa memberikan banyak waktu untuk studi di kampus ketika tidak ada pekerjaan namun bisa juga mengganggu proses belajar manakala sedang banyak permintaan pekerjaan. Untuk itu perlu mengatur waktu sebaik-baiknya.
Nah apapun keputusannya, tetap tugas utama mahasiswa adalah belajar. Tunjukan merahmu dengan prestasi. :)
No comments:
Post a Comment