Thursday, July 30, 2009

Partisi Hardisk dan Install Ubuntu 9.04

Mau berbagi cerita dulu ahhh. Meskipun sederhan yuk membiasakan menulis :)) kali ini sy akan berbagi cerita ketika sy menginstall Ubuntu 9.04 (Jaunty) berikut step-stepnya:

Step1. Memilih bahasa untuk proses instalasi. Pilih english (default).

Step2. Memilih zona waktu dari peta atau isikan region: Asia dan City: Jakarta

Step3. Menentukan jenis keyboard. Pilih: USA (default).

Step4. Mempartisi Hardisk. Ada beberapa pilihan pada step ini:

1. Use the entire disk. ubuntu akan diletakan di keseluruhan space hardisk.
2. Specify partitions manally (Advanced). Pilihan ini memungkinkan Hardisk untuk dipartisi. Saat ini saya memiliki 80GB HDD dan RAM 512MB, sehingga menurut saya plihan ini sangat direkomendasikan. Klik New Partition dan partisi space hardisk menjadi seperti berikut ini:
a. Type: Primary; Size: 200; location: Beginning; Use as: Ext3; Mount point: /boot
b. Type: Primary; Size: 20GB; location: Beginning; Use as: Ext3; Mount point: /
c. Type: Primary; Size: 1GB; location: Beginning; Use as: SWAP
d. Type: Primary; Size: ±50GB; location: Beginning; Use as: Ext3; Mount point: /home
3. Install them side by side, choosing between them each startup. Pilihan ini muncul jika HDD telah terpartisi. Secara otomatis ubuntu akan diletakan pada free space yang tersedia.
4. Use the largest contonous free space. Pilihan ini juga muncul ketika HDD telah terpartisi. Pilihan ini memungkinkan ubuntu akan diletakan pada partisi yang memiliki space terbesar.

Step5. Setting user account, password, dan computer name.

Step6. Ready to Install.

Noted: Ubuntu versi 9.04. Spesifikasi komputer: dual core 2.2GHz, 80GB HDD, 512MB RAM

Wednesday, July 29, 2009

Mendamaikan Pidgin dan YM :))

Akhir-akhir ini ketika sy mencoba OL YM menggunkan pidgin, sering gagal atau disconected.Kata Kang Rindra YM sm Pidgin lg musuhan :)). Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengganti pidgin dengan software YM. Tapi bagi pengguna linux (spt Q nee baru install Jaunty ) software YM tdk bisa diaplikasikan karena YM based windows. Nah pengguna linux bisa menggupgrade pidgin atau mengganti settingan manage account seperti berikut ini:
Pager Server: 202.43.216.31
Japan Pager Server: cn.scs.msg.yahoo.com
Akhirnya Online Online...

Tuesday, July 28, 2009

Merubah format tanggal menggunakan fungsi CONVERT pada SQL Server

Kadang kala kita menginginkan data tanggal format tertentu.Seperti kasus sy ini, ketika melakukan Query, tanggal yang ditampilkan berformat default SQL Server (yyyy-mm-dd hh:mm:ss:mmm) seperti ini: 2009-02-16 00:00:00.000. padahal sy menginginkan tanggal dengan format (dd/mm/yyyy) yang seharusnya seperti ini: 16/02/2009. Cara merubahnya mengggunakan fungsi CONVERT: CONVERT ( data_type [ ( length ) ] , expression [ , style ] ).

Berikut sintaks selengkapnya:
SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),100)
--Output (MON DD YYYY HH:MIAMPM)
--Jul 7 2009 2:19PM

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),101)
--Output (MM/DD/YYYY)
--07/07/2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),102)
--Output (YYYY.MM.DD)
--2009.07.07

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),103)
--Output (DD/MM/YYYY)
--06/07/2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),104)
--Output (DD.MM.YYYY)
--06.07.2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),105)
--Output (DD-MM-YYYY)
--06-07-2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),106)
--Output (DD MON YYYY)
--06 Jul 2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),107)
--Output (MON DD,YYYY)
--Jul 06, 2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),108)
--Output (HH24:MI:SS)
--14:24:20

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),109)
--Output (MON DD YYYY HH:MI:SS:NNN AMPM)
--Jul 7 2009 2:24:35:490PM

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),110)
--Output (MM-DD-YYYY)
-- 07-07-2009

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),111)
--Output (YYYY/MM/DD)
--2009/07/07

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),112)
--Output (YYYYMMDD)
--20090707

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),113)
--Output (MON DD YYYY HH24:MI:SS:NNN)
--07 Jul 2009 14:26:24:617

SELECT CONVERT(VARCHAR(30),GETDATE(),114)
--Output (HH24:MI:SS:NNN)
--14:26:48:953

Note: GETDATE() bisa diisikan nama kolom tanggal yang ingin dirubah formatnya.


Tuesday, July 21, 2009

Checking Data Using Query

Sometimes we must check data to fixing 'broken' before generated to produce information. Wrong data will produce missing information, won’t it? SQL (Structured Query Language) is a database computer language designed for managing data in relational database management system (RDBMS). Its scope includes data query and update, schema creation and modification, and data access control. Query/SQL can help us to check data especially when we have millions of data.

Checking absent


SELECT Employee.[Date In],Employee.[name],Employee.[Date Out],Kehadiran.[Employee ID],Kehadiran.[Unit ID],Kehadiran.[l6_Name],Kehadiran.[L5_Name],Kehadiran.[Tanggal]
FROM Kehadiran
INNER JOIN Employee
ON Kehadiran.[Employee ID]=Employee.[Employee ID]
WHERE Tanggal BETWEEN '2009-07-15 00:00:00' AND '2009-07-15 23:59:59'
AND [Absen Masuk] = ''
AND ([Kode Range] =002 OR [Kode Range]=001 OR [Kode Range]=003)
AND [Kode Leave]=''
AND Employee.[status id]='D1'
AND Employee.Active=1
AND [Date In]<='2009-07-15'
AND Employee.[status ID]='D1'
ORDER BY Kehadiran.[Unit ID],Kehadiran.L6_ID,Kehadiran.L5_ID



Checking Data Error Process


SELECT Employee.[Employee ID],Employee.[Name] FROM Employee
WHERE [Employee ID] NOT IN
(
SELECT Kehadiran.[Employee ID] from Employee
INNER JOIN Kehadiran ON Employee.[Employee ID]=Kehadiran.[Employee ID]
WHERE Kehadiran.Tanggal BETWEEN '2009-07-08 00:00:00' AND '2009-07-08 23:59:59'
AND Kehadiran.[Status ID]='D1'
)
AND Employee.[Status ID]='D1'
AND [Date Out]>'2009-07-08 00:00:00'
ORDER BY [Employee ID]


Checking Overtime


SELECT * FROM Kehadiran
WHERE Tanggal BETWEEN '2009-03-01 00:00:00' AND '2009-03-15 23:59:59'
AND [absen MAsuk]<>'' AND [Kode Leave]<>''



Monday, July 20, 2009

Kuliah Sambil Bekerja

Tugas utama mahasiswa adalah belajar baik dilakukan dalam kampus pada kegiatan belajar mengajar maupun diluar kampus (pendidikan sosial, mengerjakan tugas, dll). Selain itu mahasiswa idelanya menghasilkan karya bersifat ilmiah dari hasil pembelajaran melalui kegiatan riset. Namun beberapa mahasiswa terkadang memutuskan untuk mengambil kuliah sambil bekerja sehingga bukan hanya tugas belajar saja yang harus dipikul melainkan juga tugas pekerjaan. Mahalnnya pendidikan, tuntutan persyaratan pendidikan minimum oleh perusahaan, keinginan untuk menaikan jabatan/golongan atau hanya sekedar ingin update pengetahuan merupakan beberapa alasan yang diambil dari sebagian mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.

Keuntungan kuliah sambil bekerja tentunya tergantung dari tujuan masing-masing. Bagi yang mempunyai masalah finansial, bekerja akan memberikan tambahan untuk biaya kuliah. Bekerja juga dapat memberikan pemahaman nyata dari teori-teori dasar yang diajarkan ketika belajar di kampus karena dalam dunia kerja akan dihadapkan pada permasalahan dan dituntut untuk menyelesaikannya dengan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki. Bekerja sambil kuliah juga dapat dijadikan "mencuri start" untuk menambah pengalaman sehingga ketika lulus kuliah, tidak hanya mendapatkan ijasah saja tapi juga mendapatkan pengalaman kerja serta relasi yang biasanya dijadikan persyaratan untuk melamar di perusahaan-perusahaan bonafit.

Namun demikian kuliah sambil bekerja juga beresiko gagal dalam melanjutkan kuliah. Tak jarang mahasiswa akhirnya putus kuliah atau malah resign karena sulitnya memanage antara kuliah dan kerja. Memang sangat diperlukan pertimbangan-pertimbangan yang matang ketika mahasiswa mengambil kuliah sambil bekerja.
• Wiraswasta vs pegawai. Berwiraswata biasanya memberikan kelonggaran peraturan, karena mahasiswa yang memilih berwiraswasta bisa mengatur sendiri kapan waktu kuliah dan kapan waktu bekerja. Sedangkan mahasiswa yang memilih menjadi pegawai harus bisa mengatur kepentingan agar tidak terjadi konflik antara peraturan kampus dan kantor misalnya mahasiswa bisa mengambil kuliah jam sore atau sabtu minggu agar tidak mengganggu jadwal bekerja.
• Sesuai bidang vs non bidang keilmuan. Memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan akan memudahkan mahasiswa dalam belajar sebab ada keterkaitan antara ilmu yang dipelajari dengan sesuatu yang harus diaplikasikan dalam pekerjaannya, bahkan bisa lebih mengasah pengetahuan. Sebaliknya mahasiswa yang memilih pekerjaan diluar bidangnya harus menguasai keilmuan yang berbeda, terkadang sulit untuk dijalankan karena membutuhkan waktu dan konsentrasi agar keduanya biasa dikuasai namun jika berhasil akan mendapati keahlian keduanya, menarik bukan?
• Part time vs full time. Part time atau kerja paruh waktu dilakukan ketika ada pekerjaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak ada kepastian waktu kerja, part time bisa memberikan banyak waktu untuk studi di kampus ketika tidak ada pekerjaan namun bisa juga mengganggu proses belajar manakala sedang banyak permintaan pekerjaan. Untuk itu perlu mengatur waktu sebaik-baiknya.

Nah apapun keputusannya, tetap tugas utama mahasiswa adalah belajar. Tunjukan merahmu dengan prestasi. :)

The Pattern should have

The pattern should have + past participle is used

to show that something was advisable, but it was not carried out.
e.g. I should have studied last night. (I didn't study last nigt)
He should have done his chores (He didn't to his chores)

The negative form: should not have + past participle indicates that an action was carried out, resulting in an outcome that is not desired.
e.g. I should not have eaten shrimps. (Now I have rash).
He should not have driven so fast. (He had an accident).

Giving Advice

To create advice sentence, we can use several ways:


  1. use the modal should

      e.g. You should really try to eat low calorie.


  2. use adjectives of urgency: necessary, important, essential, urgent, advisable.

      at your age, it is necessary that you have a health check up every year.


      It is important that you not overeat


      It is essential that we take good care of our health


      It is urgent that Mrs. Gani exercise every day


      It is advisable that they not get overworked.



  3. Note: expletive it to introduce the adjective of urgency.


      Noun clause (or that-clause) after the adjective.


      Infinitive form of the verb in the noun clause.


      For a negative noun clause, addition of word not.